Jonathan, Clicker Game dan Auto Clicker

Ada jenis video game yang namanya clicker game, atau disebut juga incremental game. Di game ini, pemain sekedar menekan tombol (atau mengklik mouse, atau mentap layar) untuk mendapatkan poin atau koin (atau in-game currency apapun). Ini merupakan penyederhanaan dari banyak game, yang sebenarnya ya hanya klik-klik saja. Kenapa nggak disederhanakan, tap atau klik apapun dapat koin?

Game sejenis ini bisa dimainkan dengan mudah dengan “auto clicker”, yang akan mengotomasi proses mengklik tombolnya. Auto clicker ini bisa berupa hardware atau software yang mensimulasikan keyboard/mouse. Bagi sebagian orang, ini tidak menyenangkan, dan bagi sebagian orang ini sangat menyenangkan.

Cell To Singularity

Jonathan menemukan game gratis di Steam namanya Cell To Singularity. Ketika memainkan game ini, dia jadi sering asal-asalan menekan tombol keyboard. Saya bilang: kalau kamu melakukan itu terus, keyboardnya akan cepat rusak. Akhirnya saya bilang: kalau kamu nggak bisa setup auto clicker, kamu nggak boleh main game ini.

Lanjutkan membaca “Jonathan, Clicker Game dan Auto Clicker”

Cerita Mudik Minggu ke-2 dan Makanan Indonesia

Cerita lanjutan selama di Indonesia masih edisi di rumah saja karena pulang staycation semua pada batuk. Seminggu di rumah saja untungnya internet sudah mulai lebih stabil walaupun tetap tidak secepat di Chiang Mai.

Kegiatan selama di rumah saja apalagi kalau bukan makan tidur. Besok kami akan berangkat ke Yogyakarta untuk salah satu misi utama mudik. Joe diperlukan datang lebih awal untuk persiapan kegiatan IOI di Yogyakarta bulan Agustus 2022 ini.

Berhubung di sini saya tidak masak, makanan ini semua dibeli di dekat rumah atau pun dengan bantuan jasa antar makanan. Salah satu kesempatan untuk berganti-ganti koki setiap hari, tapi juga bikin bingung mau pesan makanan apa lagi. Kami juga tidak fanatik dengan merk harus dimasak oleh toko tertentu, jadi pada dasarnya memesan yang bisa dipesan deh. Eh ada juga ding yang dikirimin sama kakak yang juga ada di Jakarta.

Sengaja dituliskan di sini supaya ingat kalau besok-besok mencari ide makanan lagi. Oh ya ini baru sebagian saja, karena ada lagi sebagian besar yang tidak kami foto ketika makannya.

Lanjutkan membaca “Cerita Mudik Minggu ke-2 dan Makanan Indonesia”

Cerita Mudik 2022 Minggu Pertama

Ceritanya sudah sejak tanggal 16 Juli 2022 ini kami mudik ke Indonesia. Cerita perjalannya lengkapnya sebenarnya kemarin sudah ditulis draft, tapi kapan-kapan aja deh dipublish, kalau cerita sekilas persiapan mudik bisa dibaca di tulisan sebelumnya. Sekarang mau bikin catatan cerita seminggu pertama mudik, biar nggak banyak yang dilupakan.

Seperti disebutkan di posting sebelumnya, terakhir mudik itu Desember 2018 dan kembali ke Chiang Mai Januari 2019. Rencana mudik 2020 batal karena pandemi melanda dan semua negara menutup dan mempersulit keluar masuk negaranya.

Tahun ini kami pulang dengan 3 misi utama: misi pertama bertemu dengan keluarga yang sudah lama tak bertemu, misi ke-2 mengunjungi makam Eyang Putrinya anak-anak yang meninggal di tahun 2020 dan saat itu kami tidak bisa pulang karena pandemi, dan misi ke-3 karena Joe jadi panitia IOI di Jogja bulan Agustus 2022 ini maka di bulan Agustus kami akan ke Jogja.

Jadi, sudah ngapain aja seminggu pertama? Sudah kemana saja? Sudah makan apa saja? Bagaimana cuaca di Indonesia?

Lanjutkan membaca “Cerita Mudik 2022 Minggu Pertama”

Mudik 2022, Mudik Pertama Pasca Pandemi Covid-19

Halo Indonesia,

Setelah sekian lama tak bisa pulang karena pandemi yang menyebabkan berbagai perubahan di dunia, akhirnya kami bisa mudik juga. Tanggal 15 Juli 2022 kami berangkat dari Chiang Mai, dan melanjutkan perjalanan dari Don Mueang ke Cengkareng dengan penerbangan tanggal 16 Juli 2022 pukul 00.30 WIB.

Terakhir kami mudik itu Desember 2018 dan saat itu kami kembali ke Chiang Mai Januari 2019. Sesuai dengan perkiraan di awal pandemi, paling cepat bisa mudik itu tahun 2022, dan walaupun virus covid-19 masih belum benar-benar pergi dari muka bumi, tapi berbagai aturan sudah dipermudah dan memungkinkan untuk berperjalanan lagi.

Lanjutkan membaca “Mudik 2022, Mudik Pertama Pasca Pandemi Covid-19”

Mengunjungi Madame Tussauds Bangkok 2022

Melanjutkan cerita jalan-jalan di Bangkok bulan Mei 2022 yang lalu, kami mengunjungi Madame Tussauds Bangkok untuk ke-3 kalinya. Kami mengunjungi museum ini kali pertama sekitar tahun 2007, saat masih berdua saja, lalu ke-2 saat masih anak 1, dan ini mengunjungi lagi ke-3 kali nya bersama 2 anak. Setiap kali kami ke sana, ada beberapa tokoh yang berganti selain bertambah.

Karena sudah pernah ke tempat ini, kami tidak mengunjungi Museum Lilin di Ripley’s Believe it or Not! Pattaya. Alasan kami mengunjungi tempat ini, tidak lain dan tidak bukan karena ketika membeli tiket masuk Ocean World Bangkok, harganya beda sedikit bisa sekalian untuk mengunjungi Museum ini.

Presiden Soekarno
Lanjutkan membaca “Mengunjungi Madame Tussauds Bangkok 2022”

Museum Ripley’s Believe it or Not!, Pattaya

Salah satu tempat yang kami kunjungi ketika berjalan-jalan adalah aneka museum. Museum itu tidak lagi hanya berisi benda-benda peninggalan jaman dulu saja, tapi juga bisa jadi benda-benda unik dan langka. Ketika kami ke Pattaya, kami ke Museum Ripley’s Believe it or Not!, sebuah museum yang menyimpan benda-benda unik yang mungkin dulu pernah dilihat di acara televisi yang diproduksi sejak tahun 1930-an.

Sekilas Ripley’s Believe it or Not!

Foto dengan ban raksasa

Sebenarnya, nama Ripley’s Believe it or Not! yang didirikan oleh seorang Amerika bernama Robert Ripley ini awalnya hanya berupa sebuah kolom surat kabar saja yang menceritakan tentang kisah-kisah ataupun benda aneh tapi nyata. Lalu, lama kelamaan meluas menjadi berbagai media seperti radio, buku komik, televisi dan juga akhirnya menjadi serangkaian museum yang merupakan waralaba di seluruh dunia.

Lanjutkan membaca “Museum Ripley’s Believe it or Not!, Pattaya”

Nongnooch Tropical Garden Pattaya

Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi di Pattaya adalah sebuah taman yang luas sekali. Awalnya di tahun 1954 taman ini luasnya hanya 1500 rai (2.4 km persegi), seiring dengan berjalan waktu dan dibuka untuk umum di tahun 1980, taman ini bertambah luas menjadi 1700 rai km persegi (2.73 km persegi). Informasi lengkap mulai dari sejarah sampai lokasi tempat ini tentunya bisa diakses dari situs Nongnooch Tropical Garden Pattaya.

Tanggal 15 Mei 2022 yang lalu, kami berkesempatan mengunjungi tempat ini. Awalnya ketika melihat di website, agak ragu-ragu karena berpikir jauh-jauh ke Pattaya, kok ngeliatnya taman bunga dan patung dinosaurus lagi. Toh di Chiang Mai juga ada Hidden Vilage yang dinosaurusnya malahan bisa bergerak-gerak. Kalau mau melihat bunga, di Chiang Mai juga bisa ke Royal Flora Rajapreuk atau ke Queen Sirikit Botanical Garden. Tapi untung saja kami memutuskan untuk tetap mengunjungi Nongnooch Tropical Garden ini, karena tentu saja tempat ini berbeda dengan semua tempat yang sudah pernah dikunjungi sebelumnya.

Lanjutkan membaca “Nongnooch Tropical Garden Pattaya”