Cerita Belanja Online dari IKEA Thailand

Kemarin, saya mencoba belanja online dari IKEA Thailand. Sebenarnya sebelumnya sudah pernah juga, tapi lupa ditulis. Supaya tidak lupa, kali ini mau dituliskan di blog.

Belanja Offline VS Belanja Online

Banyak cerita kalau belanja di IKEA itu menyenangkan, karena bisa melihat berbagai benda menarik dan bisa dengan mudah memilihnya. Tapi, saya belum pernah berkesempatan mengunjungi tokonya, karena tokonya adanya di Bangkok.

Beberapa waktu lalu, saya mendapat informasi kalau IKEA Thailand menyediakan jasa pengiriman ke Chiang Mai dengan biaya yang tidak mahal. Ada 2 pilihan pengiriman, menggunakan paket biasa atau menggunakan truk.

Untuk pesanan furniture atau barang-barang besar, tentunya pakai truk. Tapi untuk pemesanan barang-barang kecil, harga pengiriman dengan paket juga murah.

Biaya delivery dari IKEA Thailand

Kalau melihat ukuran dan berat yang bisa dikirimkan menggunakan jasa paket ini, sebenarnya ada banyak yang bisa dipesan dengan biaya yang flat.

Saya belum pernah mencoba memesan barang yang besar (belum pernah butuh juga), tapi memesan barang-barang kecil untuk kebutuhan rumah jadi lebih banyak pilihan.

Melihat katalog IKEA yang barangnya sangat banyak, saya akan lebih memilih belanja online daripada belanja ke tokonya. Saya bisa memilih tanpa merasa dikejar-kejar waktu, dan tentunya tidak harus mencari di rak mana barang yang saya cari berada.

Cara belanja yang mudah

Cara belanjanya sangat mudah, saya hanya perlu memasukkan barang yang saya cari ke keranjang pemesanan. Lalu saya login untuk kemudian membayar isi keranjang.

Login dengan email

Login diperlukan untuk menyimpan informasi alamat pengiriman, selain untuk kemudahan memeriksa status pesanan di kemudian hari.

Pilihan pembayaran juga ada banyak, selain menggunakan kartu kredit, mereka juga menyediakan layanan pembayaran dengan Grab Pay dan Prompt Pay yang menggunakan QR Code.

Pembayaran dengan QR Code

Biasanya, saya malas berbelanja online karena saya tidak punya kartu kredit. Tapi sekarang ini, hampir semua tempat di Thailand menerima pembayaran menggunakan scan QR Code saja.

Salah satu yang membuat saya akhirnya mengurus mobile banking ya untuk kemudahan ini juga. Jadi saya bisa membayar dengan mudah ketika tidak punya uang tunai (asal isi rekeningnya ada ya).

Berbelanja online di website IKEA Thailand ini juga menyediakan layanan pembayaran dengan QR Code. Mereka akan meminta nama dan alamat email dari rekening yang kita gunakan untuk membayar, lalu kita bisa menggenerate QR Codenya.

Selanjutnya ya kita buka aplikasi mobile banking dan memindai QR Code yang ada di layar komputer, atau QR Codenya bisa disimpan untuk dimasukkan ke aplikasi mobile banking.

Waktu yang diberikan untuk membayar menggunakan QR Code ini juga lebih dari cukup. Mereka memberikan waktu 10 menit sejak QR Code diciptakan.

Konfirmasi dikirimkan ke email

Setelah selesai melakukan pembayaran, konfirmasi pesanan langsung dikirimkan ke email kita.

Jadi semua nomor pesanan dan bukti pembayaran sudah ada di email dan tinggal menunggu barang tiba dalam waktu 4 hari kerja.

Penutup

Kalau bisa belanja online dengan mudah, bukan berarti kita harus belanja sering-sering ya. Tapi setidaknya, kalau ada yang dibutuhkan dan hanya ada di IKEA, saya tidak perlu repot pergi ke Bangkok untuk membelinya.

Hari ini saya sudah mendapatkan email pemberitahuan kalau barangnya sudah dikirim. Email pemberitahuan tersebut juga lengkap dengan kode pelacakan kiriman. Mudah-mudahan saja besok barangnya sudah tiba.

Kalau kalian lebih suka belanja IKEA online atau offline? Yuk bagikan ceritanya.

3 Bahan Bakar dalam Hidup: Waktu, Tenaga dan Uang

Beberapa hari lalu, saya menghadiri sharing session via Zoom bareng teman-teman masa kuliah. Karena cerita utamanya terlalu panjang, saya akan menceritakan sebagian-sebagian saja. Bagian pertama membahas 3 bahan bakar dalam hidup.

Antara Tenaga, Waktu dan Uang

Bahan bakar ini adalah segala bahan yang bisa diubah menjadi energi/tenaga. Namanya sumber energi, tidak semuanya bersifat tidak terbatas, malah kebanyakan sumbernya terbatas.

Dalam hidup ini, kita mempunyai 3 sumber energi: Uang, Waktu dan Tenaga Fisik. Tahukah kamu, kalau sumber energi yang paling murah itu adalah uang?

Lanjutkan membaca “3 Bahan Bakar dalam Hidup: Waktu, Tenaga dan Uang”

Vaksinasi Covid-19 untuk Umum Di Chiang Mai Sudah Dimulai

Setelah menunggu-nunggu, akhirnya vaksinasi Covid-19 untuk umum (termasuk orang asing) sampai juga di Chiang Mai.

Dari beberapa hari yang lalu, kami sudah mendapat kabar kalau kita harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Pendaftaran ini bisa langsung ke tempat-tempat seperti mall dan pusat perbelanjaan, bisa juga secara online.

Hari Senin, tanggal 7 Juni 2021 kemarin, seorang teman mendapat kabar kalau kita bisa datang langsung walaupun belum mendapat panggilan. Tapi syaratnya ya tetap, sudah pernah mendaftarkan diri melalui website.

Lanjutkan membaca “Vaksinasi Covid-19 untuk Umum Di Chiang Mai Sudah Dimulai”

Jonathan dan Joshua

Kemarin Joshua ulang tahun ke-6, cerita hari kemarin sudah dituliskan oleh Joe. Hari ini saya ingin bercerita tentang bagaimana Joshua yang badannya sudah hampir sama besar dengan Jonathan, padahal mereka bedanya 4 tahun 6 bulan 28 hari.

Tahun 2015

Di foto ini, Joshua baru berumur beberapa hari. Jonathan berumur 4 tahun lebih. Jonathan sangat senang waktu punya adik. Dia juga ikut memilihkan nama untuk adiknya.

JUNI 2015
Juni 2015

Sejak Joshua lahir, Jonathan selalu ingin mengajaknya bermain. Tapi, tentu saja waktu masih bayi belum banyak permainan yang bisa dilakukan bersama.

Lanjutkan membaca “Jonathan dan Joshua”

Ulang Tahun Joshua ke (2×3)

Hari ini adalah ulang tahun Joshua yang ke-6. Sekarang ini Joshua sedang suka matematika, termasuk memfaktorkan bilangan, itu alasannya judul blognya seperti ini.

Walaupun memiliki banyak kosakata, Joshua sampai saat ini masih memiliki kesulitan dalam berkomunikasi untuk mengekspresikan dirinya. Tapi karena Joshua memiliki banyak kelebihan lain jadi kami tidak terlalu khawatir. Di posting ini, daripada bercerita mengenai detail kepribadiannya, saya ingin bercerita mengenai hal yang baru dia pelajari dan dia sukai saat ini.

Faktor bilangan dan sifat assosiatif perkalian

Jika Joshua tertarik sesuatu, dia akan mengulangi hal tersebut berkali-kali. Contohnya: dia menghapalkan perkalian 1×1 sampai 12×12 sejak beberapa tahun lalu. Dia juga memahami bahwa multiplication adalah penjumlahan berulang. Waktu dia menyadari ini, sering bikin saya bingung, misalnya lagi menikmati kopi, dia tiba-tiba datang dan menanyakan: papa, what is 6+6+6+6+6. Karena sedang santai, kadang tidak langsung menghitung berapa kali dia mengucapkan “six”. Jadi saya harus langsung konsentrasi (atau kadang harus nanya lagi: how many sixes?), terus dia akan bilang: “correct 5 x 6 equals 30”.

Baru-baru ini dia iseng lagi memakai Microsoft Math, dia suka memasukkan bilangan dan mendapatkan faktornya. Seperti ini contohnya:

Meski sudah bisa perkalian dari 1×1 sampai 12×12, dia masih selalu menolak kalau saya ajari algoritma “long multiplication” agar dapat mengalikan bilangan yang lebih besar. Tiap kali saya mulai menjelaskan, langsung dia hapus lagi papan tulisnya. Karena memang belum saatnya dia belajar itu, ya tidak saya paksa.

Lanjutkan membaca “Ulang Tahun Joshua ke (2×3)”

Cara Mengembangkan Satu Kalimat Menjadi Ratusan Kata

Saya bukan ahli di dunia menulis ataupun blog. Tulisan ini terinspirasi dari tema tantangan menulis mingguan di KLIP. Awalnya saya hanya menemukan 1 kalimat untuk menjawabnya dan setelah saya susun kerangka, kemarin saya berhasil menulis 700 kata lebih. 

Mulai bulan Juni 2021, syarat setoran KLIP naik menjadi 350 kata setelah sebelumnya 300 kata. Banyak teman-teman yang mulai mengeluh dan bilang bakal mati gaya tidak tahu mau menulis apa. Tapi ada juga yang malah tidak tahu caranya menulis kurang dari seribu kata, karena terbiasa menulis ribuan kata per hari.

Lanjutkan membaca “Cara Mengembangkan Satu Kalimat Menjadi Ratusan Kata”

Alasan Kuatku Menulis Ya Setoran KLIP

Minggu ini mau ikutan lagi meramaikan kegiatan tema tantangan menulis mingguan KLIP. Apalagi tema kali ini jelas sudah jawabannya. Alasan kuatku menulis sekarnag ini ya untuk setoran KLIP.

Website Kelas literasi Ibu Profesional (KLIP)

Untuk bisa konsisten menulis, kita harus punya strong why alias alasan yang kuat untuk menulis. Sebenarnya apapun bisa dituliskan, tapi yang jadi tantangan tentunya bagaimana menuliskannya supaya memenuhi persyaratan (misalnya jumlah kata tidak kurang dari sejumlah kata, dan isinya memenuhi topik yang diminta).

Lanjutkan membaca “Alasan Kuatku Menulis Ya Setoran KLIP”