Mengenal Hacking UEFI

Dalam tulisan ini saya akan membahas UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) dari mulai dasarnya, securitynya, dan sekilas cara reverse engineeringnya, dan hal-hal apa yang perlu diperhatikan ketika berurusan dengan UEFI (misalnya ketika melakuan cloning komputer).

Meskipun tulisan ini cuku panjang, tapi ini hanya perkenalan saja. Ada banyak topik yang tidak saya bahas. Ada beberapa topik yang penjelasannya saya sederhanakan sehingga mungkin kurang akurat. Silakan baca berbagai website yang saya link dari artikel ini jika ingin mendapatkan penjelasan lebih dalam. Jika ingin belajar langsung dari sumbernya, spesifikasi UEFI dan source code dari Intel bisa dibaca.

Setting UEFI

Secara awam UEFI adalah pengganti BIOS (Basic Input Output System). BIOS sendiri adalah software yang sudah tertanam di komputer yang menyediakan akses dasar ke hardware. Sebagai informasi: BIOS hanya ada di arsitektur x86, sedangkan di arsitektur lain, fungsi BIOS ini digantikan oleh software lain. Software low level yang menempel ke hardware ini disebut juga sebagai firmware.

Ketika sebuah komputer dinyalakan, perlu ada firmware yang bisa meload sistem operasi dari suatu media, entah itu dari disk (macam-macam, bisa flash disk, micro sd, harddisk, SSD, NVME, dsb) dari network, atau mungkin dari sumber lain. Di dunia PC, firmware ini dulunya adalah BIOS, tapi sudah belasan tahun ini digantikan oleh UEFI.

Sedikit Sejarah

BIOS untuk x86 usianya sudah sangat tua (dari jaman PC XT), dan memiliki banyak keterbatasan (misalnya hanya bisa berjalan di mode 16 bit). Jadi untuk sistem operasi 32 atau 64 bit, boot loader atau sistem operasi perlu beralih mode dari 16 ke 32/64 bit setelah diload oleh BIOS.

Proses Boot BIOS (Sumber: Wikipedia)

Saya dulu pernah membuat sendiri OS sederhana dari nol, dan proses bootnya cukup panjang: mengimplementasikan kode MBR (yang otomatis diload oleh BIOS, ukurannya maksimal 512 byte), yang akan meload boot loader (memanggil fungsi/interrupt BIOS untuk mengakses disk), lalu boot loadernya meload kernel, switch ke mode 32 bit, lalu baru melakukan jump ke mode 32 bit. Detail proses booting klasik bisa dibaca di sini.

Lanjutkan membaca “Mengenal Hacking UEFI”

Mengganti Batere Gadget

Saat ini kebanyakan gadget elektronik bisa memiliki umur yang panjang, dan biasanya masalah utamanya adalah batere. Kadang batere menjadi menggelembung, atau kadang baterenya tiba-tiba mati. Saat ini sebagian batere bisa mudah dicari gantinya, dan proses penggantiannya juga kadang tidak sulit.

Sudah beberapa kali saya mengalami masalah pada batere, baik itu di ponsel atau di gadget yang lain. Batere Lithium ini memang rawan bisa tiba-tiba mati, atau menggelembung. Jika mengalami masalah seperti ini sebaiknya jangan gunakan devicenya, terutama jika menggelembung karena ada kemungkinan bisa meledak.

iPhone yang menggelembung (bukan batere original)
Lanjutkan membaca “Mengganti Batere Gadget”

Raspberry Pi Pico

Raspberry Pi Pico adalah board microcontroller dari yayasan pembuat board mikrokomputer Raspberry Pi. Microcontroller yang dipakai di Pico adalah RP2040 yang dirancang oleh tim Raspberry Pi. Saya sudah langsung membeli board ini sejak diluncurkan, tapi belum sempat menuliskannya, dan memang baru akhir-akhir ini sempat ngoprek lebih jauh board ini.

Rasberry Pi Pico

Microcontroller RP2040 selain digunakan di Raspberry Pi Pico (selanjutnya saya sebut Pico saja supaya singkat) juga sudah digunakan di berbagai board lain. Di tulisan ini saya akan menuliskan Pico, untuk hal-hal yang spesifik Pico (misalnya ukuran Flash memory), dan RP2040 untuk hal-hal yang sama di semua board yang berdasarkan RP2040.

Lanjutkan membaca “Raspberry Pi Pico”

Cerita Mudik Bandung Agustus 2022

Melanjutkan cerita liburan selama di Indonesia. Setelah semua tugas untuk IOI selesai, tanggal 13 Agustus 2022 kami berangkat dari Yogyakarta ke Bandung. Perjalanan cukup lancar walaupun beberapa jam terakhir menjelang Bandung ada angin kencang dan hujan deras diperjalanan.

Lanjutkan membaca “Cerita Mudik Bandung Agustus 2022”

Cerita Mudik Minggu ke-4: Ultah kakak, IOI dan Bertemu Oma Inge

Minggu ke-4 mudik, kami masih di Yogyakarta. Minggu ini merupakan minggu penyelenggaraan IOI. Minggu ini juga 2 kakak saya dan anak sulungnya masih berada di Yogya. Ada beberapa hal yang terjadi di minggu ini. Berikut ini hal-hal yang ingin saya ingat yang terjadi di minggu ke-4 kami mudik.

Lanjutkan membaca “Cerita Mudik Minggu ke-4: Ultah kakak, IOI dan Bertemu Oma Inge”

Cerita Mudik Minggu ke-3: Yogyakarta

Tulisan kali ini kelanjutan cerita mudik. Biar nggak terlalu panjang ceritanya sengaja dibagi per minggu, walaupun sebenarnya tidak terlalu banyak juga yang bisa diceritakan, hehehe. Yuklah langsung saja cerita minggu ke-3.

Hari – hari di rumah saja

Sejak 1 Agustus 2022 kami sudah berada di Yogyakarta. Seperti disebutkan di cerita sebelumnya, salah satu misi utama mudik ini adalah karena Joe ikutan jadi panitia IOI yang pelaksanaannya mulai tanggal 7 – 15 Agustus 2022 dan mengambil tempat di Yogyakarta.

Sebagai panitia yang bertugas menyiapkan perangkat komputer yang akan digunakan lomba, tentunya persiapan dilakukan lebih awal lebih baik. Ada sekitar 300 laptop yang disiapkan untuk keperluan lomba (untuk peserta dan cadangan). Semua laptop itu harus disiapkan agar memiliki konfigurasi yang sama. Detail teknisnya kapan-kapan Joe tulis, bagaimana kegiatan persiapan teknisnya.

komputer IOI dari acer
Joe dikasih kunci kamar yang isinya ratusan laptop buat IOI nih…
Lanjutkan membaca “Cerita Mudik Minggu ke-3: Yogyakarta”

Jonathan, Clicker Game dan Auto Clicker

Ada jenis video game yang namanya clicker game, atau disebut juga incremental game. Di game ini, pemain sekedar menekan tombol (atau mengklik mouse, atau mentap layar) untuk mendapatkan poin atau koin (atau in-game currency apapun). Ini merupakan penyederhanaan dari banyak game, yang sebenarnya ya hanya klik-klik saja. Kenapa nggak disederhanakan, tap atau klik apapun dapat koin?

Game sejenis ini bisa dimainkan dengan mudah dengan “auto clicker”, yang akan mengotomasi proses mengklik tombolnya. Auto clicker ini bisa berupa hardware atau software yang mensimulasikan keyboard/mouse. Bagi sebagian orang, ini tidak menyenangkan, dan bagi sebagian orang ini sangat menyenangkan.

Cell To Singularity

Jonathan menemukan game gratis di Steam namanya Cell To Singularity. Ketika memainkan game ini, dia jadi sering asal-asalan menekan tombol keyboard. Saya bilang: kalau kamu melakukan itu terus, keyboardnya akan cepat rusak. Akhirnya saya bilang: kalau kamu nggak bisa setup auto clicker, kamu nggak boleh main game ini.

Lanjutkan membaca “Jonathan, Clicker Game dan Auto Clicker”